Tolong, jangan buat aku kesulitan dalam berdamai dengan kenangan.
Aku sudah lelah berlari dari hal tentang kamu, yang terus mengusik dalam setiap sepi.
Kamu pun pasti pernah bukan, dan mungkin sangat paham bagai mana rasanya di hantui kenangan.
Terutama jika diri benar-benar sendiri, kemudin perlahan kenangan-kenangan yang membuat penyesalan begitu pintar menempatkan diri di tengah-tengah diri.
Perlahan juga, mata memgeluarkan butir-butir bening air yang membentuk anak sungai di tepi pipi.
Sekali lagi, tolong tuan . . .
Jangan baut aku merasa kesulitan ! !
Untuk menempatkan semua kesesalan pada tempatnya, dan untuk menempatkan segala tentang mu pada tempat yang seharuanya.
No comments:
Post a Comment